Rabu, 20 April 2011

on the spot

Diposkan oleh ON THE SPOT : 7 Kejadian Langka dan Spektakuler di Seluruh Dunia on Selasa, 19 April 2011
1. Memory External


ini adalah yang paling sering dilakukan & sangat efektif. Menggunakan kertas kecil, sehingga memudahkan saat misi mencontek dilakukan. Cara ini memiliki resiko yg tidak terlalu besar. Mengapa? Kerena dengan ukuran kertas yg kecil, pergerakan saat mencontek tidaklah terlalu membuat guru curiga & juga cukup mudah menghilangkan barang bukti jika guru curiga. Jika guru mulai mencurigai kita, kita bisa langsung meremas" kertas tersebut & membuangnya jauh" atau bisa kita sembunyikan di sepatu/kaos kaki. Namun semua itu haruslah dilakukan dengan sangat cepat & hati". Cara ini tidak disarankan untuk yang duduk di depan karena sangat beresiko tinggi

2. Hard Disk


ini sangatlah beresiko tinggi. Tingkat kegagalannya juga besar. Cara ini hanya dipakai oleh pelajar yg malas (malas belajar maupun malas bikin contekan ) & mempunyai nyali tinggi. Cara ini sangat beresiko & mempunyai tingkat kesulitan yg tinggi karena butuh meja berkolong, harus membolak-balik halaman, menimbulkan suara & pergerakan yg mencurigakan. Jika ketahuan gurupun sangatlah sulit menghilangkan jejak & urusannya bisa panjang. Lagi-lagi cara ini sangat tidak disarankan bagi yg duduk depan. Contek jenis ini biasanya lebih menjanjikan, tapi kalo resiko kalo ketauan lebih bahaya, karena si pelaku contek bakal bunya barang bukti mencontek…hahah

3. Sharing And Security


cara ini juga termasuk yang paling sering dilakukan di kelas ane. Dalam cara ini ada 2 tokoh yaitu server & client. Kelas bagaikan sebuah jaringan komputer. Server haruslah orang yg pintar dalam suatu mata pelajaran. Server bertugas membagi jawaban yg ia tahu kepada para client. Di dalam kelas haruslah terdapat banyak server untuk berbagai pelajaran. Karena jika hanya mengandalkan 1 server, daya jangkaunya sangat sempit. Cara penyebaran jawaban bisa melalui sobekkan kertas, finger code (jika soal pilihan ganda), ataupun peer 2 peer (melalui percakapan tanpa suara) Cara ini tidak akan berjalan baik jika ada murid yg pelit/tukang ngibul. Cara ini butuh waktu yg cukup lama karena butuh waktu yg cukup lama karena harus melewati beberapa tahapan yaitu, proses "upload" jawaban oleh server, "download" jawaban oleh client, & proses penyebaran jawabannya. Cara ini dapat diaplikasikan untuk yang duduk depan. Resiko ketahuannya tergantung pada kekompakkan & kekreatifan dlm menyebarkan & menerima jawaban. Contek jenis cenderung lebih menyenangkan. Karena dilakukan oleh 2 kepala (atau lebih), ujian jadi (terasa) lebih ringan…

4. "Mbah Google"


cara ini bermodalkan hp & pulsa. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no 3, bedanya cuma teknologi yg dipake lebih canggih & modern. Tapi resiko kegagalannya lumayan besar. Apalagi klo ketahuan & diambil guru tuh hp bisa" pindah kepemilikan & urusannya bisa lebih panjang dari no.

5. Spy Shot


cara ini digunakan jika teman sebangku anda pelit. Anda harus mempunyai mata yg tajam & memanfaatkan waktu secepat mungkin utk melakukannya. Kunci keberhasilan dalam menggunakan sara ini hanya 1, yaitu memperluas jangkauan mata. Cara ini kurang efektif karena biasanya orang yg pelit berusaha semaksimal mungkin utk menyembunyikan jawabannya. Dia juga punya trik" yg membuat anda tidak dpt melihat/meniru jawabannya. Dalam kasus ini, pelaku pencontek cenderung mencontek kerjaan temennya yang pinter. Tapi sering juga karena kepepet, temen yang bodoh pun tetep dicontekin. Dalam contek tipe, korban yang diconteki (biasanya) tidak sadar telah dicontek

6. System Fotocopy


Ini banyak digunakan oleh para pelajar yg malas membuat contekan. Biasanya mereka mem poto kupi buku cetak / catatan. Biasanya buku/catetan difotocopy perkecil 30-40 k

7. Hi - Tech


sekarang sudah jamannya teknologi. Semua sudah terkomputerisasi. Begitupun dengan mencontek. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no. 4, bedanya hanya cara ini tdk membutuhkan pulsa. Jaman sekarang mencontek dapat menggunakan alat" canggih seperti hp ataupun jam tangan, dll. Untuk soal matematika & eksak bisa menggunakan kaluklator hp. Untuk soal b. ing/bhs asing lainnya bisa menggunakan kamus di hp. Untuk soal hafalan bisa menggunakan notes di hp atau kita bisa memotret bahan yang untuk dihafalkan.

Kamis, 14 April 2011

BEBERAPA ISU DALAM ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN

BEBERAPA ISU DALAM ANALISIS PERBANDINGAN
LAPORAN KEUANGAN

Analisis berdasarkan laporan keuangan akan melibatkan beberapa perbandingan baik terhadap perusahaan lainnya atau terhadap data periode-periode sebelumnya. Isu tersebut adalah :
a. Laporan keuangan yang disesuaikan kembali.
Ada beberapa situasi dimana perusahaan diharuskan menyesuaikan kembali laporan keuangan periode yang lalu :
i. Jika perusahaan pada periode sekarang memutuskan untuk menghentikan lini bisnis tertentu, maka pendapatan dan biaya yang berkaitan dengan lini bisnis tersebut dan laba atau rugi yang diharapkan disebabkan pelepasan lini bisnis tersebut akan diklasifikasikan dalam item “operasi yang dihentikan” (discountinued operation) dalam laporan rugi laba.
ii. Jika perusahaan bergabung dengan perusahaan lain dalam transaksi yang masuk pada kategori pooling of interest, laporan keuangan yang lama ( periode lalu ) harus menyesuaikan laporan keuangan yang baru seperti kalau kedua perusahaan tersebut bergabung sejak dulu.
iii. Perubahan –perubahan prinsip akuntansi (missal, perubahan dari lifo menjadi fifo ) mengharuskan perusahaan menyesuaikan kekmbali laporan keuangan masalalunya supaya mencerminkan prinsip yang baru tersebut.
b. Perbedaaan klasifikasi rekening.
Seringkali perusahaan melakukan klasifikasi item-item atau rekening-rekening dalam laporan kuangan berbeda satau sama lainnya. Jika ada informasi yang cukup, penyesuaian bias dilakukan agar perbandingan lebih konsisten tetapi jika tidak ada informasi yang cukup barangkali tidak perlu dilakukan penyesuaian. Pada situasi seperti ini harus memberi cacatan mengenai perbedaan klasifikasi rekening tersebut agar interpretasi lebih lanjut bias mengacu pada catatan tersebut.
c. Perbedaan prinsip-prinsip akuntansi.
Apabila ada informasi yang cukup, sehingga penyesuaian bias dilakukan tanpa membuat asumsi yang tidak realistis, maka penyesuaian bias dilakukan. Tetapi apabila tidak ada informasi yang cukup, barang kali tidak perlu dilakukan penyesuaian dan perbedaan tadi akan di bicarakan dalam tahap interpretasi.

d. Perbedaaan penanggalan laporan keuangan.
Meskipun kebanyakan laporan keuangan menggunakan Desember sebagai akhir periode, tetapi ada beberapa perusahaan yang menggunakan penanggalan akhir periode bulan yang lain. Pilihan semacam ini semakin popular apabila perusahaan ingin menyesuaikan laporan keuangannya dengan siklus musiman bisnis. Siklus musiman biasanya tidak harus sesuai dengan penanggalan akhir Desember.
e. Perbandingan dengan data historis dan dengan perusahaan.
Apabila analisis melakukan perbandingan data keuangan dengan data-data masa lalu maka ia akan melakukan analisis time series. Semakin banyak observasi yang ia punyai analisis akan semakin baik.
Dalam analisis semacam itu analisis harus memperhatikan factor-faktor yang akan berpengaruh besar terhadap perilaku data, dan bias menjadi dasar interpretasi keuangan perusahaan. Contoh factor tersebut adalah :
i. Perubahan lini produk yang signifikan,missal melalui akuisisi atau penjualan anak perusahaan. Kejadian semacam itu tentu akan mempengaruhi trend data keuangan dan akan mempengaruhi analisis perbandingan dengan data masa lalu (analisis time series).
ii. Perubahan prinsip dan metode akuntansi. Perubahan ini akan mempengaruhi data time series.
Beberapa isu dalam pemakaian rata-rata industry antara lain :
i. Defenisi industry.
ii. Perhitungan rata-rata industry.
iii. Distribusi atas nilai rata-rata.
iv. Devenisi rasio keuangan.
Dengan memahami beberapa keterbatasan tersebut analisis keuangan bias lebih berhati-hati dalam melakukan analisis.